Karena tercukupi, sudah lebih dari cukup... Alhamdulillah
#Semangatoptimisme
Kamis, 31 Oktober 2013
Rabu, 30 Oktober 2013
Kata Bang Napi...
Kebijaksanaan BUKAN hanya dari NIAT BAIK pelakunya, tetapi juga karena KESEMPATAN!
MANFAATKANLAH! MANFAATKANLAH!
(Episode Bang Napi lagi tobat, lol XD)
#Semangatoptimisme
Tuhan Itu Adil, Hidup Itu Adil
Tuhan itu adil, hidup itu adil...
Kalau Anda menerima ketidakadilan dari orang lain, maka bersiap-siaplah bahwa ketidakadilan akan menimpa orang tersebut
Dan kalau anda melakukan ketidakadilan kepada orang lain, maka bersiap-siaplah bahwa ketidakadilan akan menimpa diri Anda
Sebaiknya, lakukanlah persiapan itu dengan baik dengan mencoba berbicara dengan baik dan meminta maaf secara bijak kepada orang yang Anda rasa Anda telah berbuat tidak adil kepadanya.
Kita tidak pernah tahu kapan kita berbuat khilaf...
Tapi kita pasti tahu kapan saatnya memperbaiki itu...
SEGERA...
#Semangatoptimisme
Kalau Anda menerima ketidakadilan dari orang lain, maka bersiap-siaplah bahwa ketidakadilan akan menimpa orang tersebut
Dan kalau anda melakukan ketidakadilan kepada orang lain, maka bersiap-siaplah bahwa ketidakadilan akan menimpa diri Anda
Sebaiknya, lakukanlah persiapan itu dengan baik dengan mencoba berbicara dengan baik dan meminta maaf secara bijak kepada orang yang Anda rasa Anda telah berbuat tidak adil kepadanya.
Kita tidak pernah tahu kapan kita berbuat khilaf...
Tapi kita pasti tahu kapan saatnya memperbaiki itu...
SEGERA...
#Semangatoptimisme
Selasa, 29 Oktober 2013
10 Hal yang Harus DIKORBANKAN dalam Hidup
10 hal yang harus DIKORBANKAN untuk menjadi pribadi yang maju dan terus melangkah
1. Kebencian
2. Dendam
3. Pesimisme
4. Rasa bersalah yang berlebihan
5. Rasa takut membuat awal baru
6. Rasa cepat puas
7. Prasangka buruk
8. Keinginan menunda-nunda kebaikan
9. Rasa lebih daripada orang lain
10. Terlalu nyaman dalam keadaan
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang maju dalam perbaikan dan dalam kebaikan...
Aamiin...
#Semangatoptimisme
1. Kebencian
2. Dendam
3. Pesimisme
4. Rasa bersalah yang berlebihan
5. Rasa takut membuat awal baru
6. Rasa cepat puas
7. Prasangka buruk
8. Keinginan menunda-nunda kebaikan
9. Rasa lebih daripada orang lain
10. Terlalu nyaman dalam keadaan
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang maju dalam perbaikan dan dalam kebaikan...
Aamiin...
#Semangatoptimisme
Minggu, 27 Oktober 2013
Takdir Kebencian dan Keadilan
Kebencian ditakdirkan terlahir untuk dimaafkan.
Sedangkan pelampiasan adalah sebuah pilihan.
Keadilan ditakdirkan terlahir untuk menegakkan kebenaran.
Bukan sebagai alasan pelampiasan kebencian.
Semoga kita selalu berada didalam kedamaian dan kebijaksanaan dalam menegakkan keadilan. Aamiin...
#SemangatoptimismeSedangkan pelampiasan adalah sebuah pilihan.
Keadilan ditakdirkan terlahir untuk menegakkan kebenaran.
Bukan sebagai alasan pelampiasan kebencian.
Semoga kita selalu berada didalam kedamaian dan kebijaksanaan dalam menegakkan keadilan. Aamiin...
Sabtu, 26 Oktober 2013
Kamu Tahu Siapa Itu Kebencian?
"Kamu tahu kenapa kebencian terlahir?
"Sebenarnya kebencian atau dendam itu terlahir bukanlah salah mereka yang membuat kita merasakan demikian."
"Bukan pula salah kita yang tiba-tiba merasakan demikian."
"Yang salah adalah kebencian dan dendam itu sendiri."
"Kenapa seenaknya muncul tanpa permisi hanya gara-gara rasa tidak nyaman karena suatu hal dengan orang lain?"
"Kenapa tidak bilang permisi dahulu kemudian menyapa yang empunya hati terus bilang "assalamu'alaykum" atau "Spadaaaaaaaaaaa" atau seenggaknya mengetuk pintunya dulu kek."
"Sangat tidak sopan sekali!"
"Sudah seperti itu dengan seenaknya setelah masuk tiba-tiba mengobrak-abrik isi hati tersebut dan asal mengacak-acak logika perasaan sambil membolak-balikan logika akal."
"Kadang juga pergi tiba-tiba dengan membiarkan isi hati berserakan sehingga perabotan didalamnya masih dalam keaadaan rusak."
"Bahkan dinding hati pun sempat terkoyak didalamnya."
"Sehingga apabila dibiarkan dinding itu bisa menjadi karat yang menggerogoti rongga-rongga hati."
"Sudah begitu ketika kebencian itu datang lagi hati yang sudah rusak dan belum sempat diperbaiki malah dirusak lagi."
"Malahan kali ini membuat si empunya hati marah-marah jadi ga karuan gara-gara rumah hatinya telah rusak berat oleh kebencian."
"Kemudian kebencian merasa bingung dan galau."
"Kadang ketika kebencian itu dimarahin bisa saja dia menjadi lebih jinak dari biasanya."
"Akan tetapi di lain hal kalau kebencian itu malah ngelawan dampaknya cuma sementara ketika dimarahin."
"Tapi setelah dimarahin, kebencian malah memberontak ga karuan malah membongkar isi hati jadi lebih ga karuan."
"Akhirnya kebencian pada saatnya setelah diberitahu baik dengan tegas, lembut, marah-marah, atau senyam-senyum setelah berkali-kali akhirnya sadar dan reda."
"Setelah reda akhirnya hati mengajak ngobrol sang kebencian dengan gayanya sendiri (berhubung gaya hati orang berbeda-beda)."
"Kebencian meminta untuk dimengerti dan diberikan kasih sayang."
"Kemudian hati bertanya dan berkonsultasi dengan akal."
"Dengan modal kasih sayangnya akhirnya hati bergerak untuk menyembuhkan kebencian agar tidak melakukan hal seperti itu lagi."
"Bersama dengan akal hati akhirnya berbicara dengan kebencian."
"Ya sudah, kamu saya MAAFKAN. Lain kali jangan seperti itu lagi ya... :) <hati tersenyum mengajak kebencian untuk berkasih sayang dan saling memaafkan>
---------------
Kedamaian itu tercipta bukan hanya karena peraturan ataupun ketegasan. Akan tetapi kedamaian juga dibentuk oleh inisiatif kebijaksanaan yang merupakan komposisi dari kecerdasan pikiran serta kemurahan dan kasih sayang dalam bersikap. Oleh karena itu kenapa Tuhan Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang
#Semangatoptimisme
"Sebenarnya kebencian atau dendam itu terlahir bukanlah salah mereka yang membuat kita merasakan demikian."
"Bukan pula salah kita yang tiba-tiba merasakan demikian."
"Yang salah adalah kebencian dan dendam itu sendiri."
"Kenapa seenaknya muncul tanpa permisi hanya gara-gara rasa tidak nyaman karena suatu hal dengan orang lain?"
"Kenapa tidak bilang permisi dahulu kemudian menyapa yang empunya hati terus bilang "assalamu'alaykum" atau "Spadaaaaaaaaaaa" atau seenggaknya mengetuk pintunya dulu kek."
"Sangat tidak sopan sekali!"
"Sudah seperti itu dengan seenaknya setelah masuk tiba-tiba mengobrak-abrik isi hati tersebut dan asal mengacak-acak logika perasaan sambil membolak-balikan logika akal."
"Kadang juga pergi tiba-tiba dengan membiarkan isi hati berserakan sehingga perabotan didalamnya masih dalam keaadaan rusak."
"Bahkan dinding hati pun sempat terkoyak didalamnya."
"Sehingga apabila dibiarkan dinding itu bisa menjadi karat yang menggerogoti rongga-rongga hati."
"Sudah begitu ketika kebencian itu datang lagi hati yang sudah rusak dan belum sempat diperbaiki malah dirusak lagi."
"Malahan kali ini membuat si empunya hati marah-marah jadi ga karuan gara-gara rumah hatinya telah rusak berat oleh kebencian."
"Kemudian kebencian merasa bingung dan galau."
"Kadang ketika kebencian itu dimarahin bisa saja dia menjadi lebih jinak dari biasanya."
"Akan tetapi di lain hal kalau kebencian itu malah ngelawan dampaknya cuma sementara ketika dimarahin."
"Tapi setelah dimarahin, kebencian malah memberontak ga karuan malah membongkar isi hati jadi lebih ga karuan."
"Akhirnya kebencian pada saatnya setelah diberitahu baik dengan tegas, lembut, marah-marah, atau senyam-senyum setelah berkali-kali akhirnya sadar dan reda."
"Setelah reda akhirnya hati mengajak ngobrol sang kebencian dengan gayanya sendiri (berhubung gaya hati orang berbeda-beda)."
"Kebencian meminta untuk dimengerti dan diberikan kasih sayang."
"Kemudian hati bertanya dan berkonsultasi dengan akal."
"Dengan modal kasih sayangnya akhirnya hati bergerak untuk menyembuhkan kebencian agar tidak melakukan hal seperti itu lagi."
"Bersama dengan akal hati akhirnya berbicara dengan kebencian."
"Ya sudah, kamu saya MAAFKAN. Lain kali jangan seperti itu lagi ya... :) <hati tersenyum mengajak kebencian untuk berkasih sayang dan saling memaafkan>
---------------
Kedamaian itu tercipta bukan hanya karena peraturan ataupun ketegasan. Akan tetapi kedamaian juga dibentuk oleh inisiatif kebijaksanaan yang merupakan komposisi dari kecerdasan pikiran serta kemurahan dan kasih sayang dalam bersikap. Oleh karena itu kenapa Tuhan Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang
#Semangatoptimisme
Solusi itu lewat introspeksi diri...
Solusi itu datangnya dari ALlah, kesalahan itu datangnya dari kita
Tapi kebanyakan solusi datang melalui kita
Jadi kadang perlu dicek apakah solusi itu udah nyampe apa belum ke kita
dengan introspeksi diri...
#bersamasalingberbagi
Tapi kebanyakan solusi datang melalui kita
Jadi kadang perlu dicek apakah solusi itu udah nyampe apa belum ke kita
dengan introspeksi diri...
#bersamasalingberbagi
Hidup dan Pembelajaran
Hidup itu adalah "pelajaran"
Kita itu adalah "pelajar"
Aktivitas hidup yang tiada hentinya adalah "belajar"
Setiap orang yang memberikan ilmu baru melalui nasihatnya adalah "pengajar"
Setiap momen untuk memperbaiki diri dari suatu perbuatan adalah "pembelajaran"
Semoga kita termasuk "pelajar" yang selalu berada dalam pembelajaran
Aamiin
#bersamasalingberbagi
Kita itu adalah "pelajar"
Aktivitas hidup yang tiada hentinya adalah "belajar"
Setiap orang yang memberikan ilmu baru melalui nasihatnya adalah "pengajar"
Setiap momen untuk memperbaiki diri dari suatu perbuatan adalah "pembelajaran"
Semoga kita termasuk "pelajar" yang selalu berada dalam pembelajaran
Aamiin
#bersamasalingberbagi
Saya berkompetisi bukan untuk menang?!
"Saya
berkompetisi bukan untuk menang, tetapi untuk kalah. Saya bertarung
untuk kalahkan semua lawan dan saya bertarung untuk kalahkan diri saya
sendiri. Saya bertarung untuk kalahkan kondisi dan saya bertarung untuk
kalahkan nasib. Pilihannya cuma ada dua. Mereka yang kalah, atau saya
yang menang."
#semangatoptimis
#semangatoptimis
Jika Hidup adalah Seni...
"Jika hidup adalah seni, maka seni yang terbaik adalah kasih sayang, doa, dan ampunan"
#semangatoptimisme
#semangatoptimisme
Bolehkah Bermimpi? (FAQ)
A: Aku punya impian yang tinggiiiiii sekali sehingga aku ragu mampu menggapainya. Bolehkah aku bermimpi..
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impianku tercapai dengan setinggi-tingginya sehingga mampu melebihi apa yang menjadi impianku
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mimpiku mampu merubah dunia dan merubah alam semesta agar semuanya menjadi lebih baik bahkan seratus kali lebih baik
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mempunyai impian yang bisa menginspirasi banyak orang bahkan jutaan orang seperti orang-orang sukses yang sekarang sudah menjadi besar
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mempunyai impian yang mampu untuk memotivasi banyak orang untuk melakukan hal yang lebih dan juga memiliki impian yang sama denganku dan saat itu aku adalah panutan mereka
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin memiliki impian yang mampu membahagiakan semua orang tanpa terkecuali dan impian yang benar-benar berlaku adil untuk semua umat manusia
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impian yang mampu menjadikan orang sejahtera, makmur, berbudaya, berprilaku, dan bermartabat
B: boleh silahkan saja
A: tapi aku ingin bertanya
B: boleh silahkan saja
A: mengapa aku boleh bermimpi untuk sesuatu hal yang tidak mungkin
B: tidak ada masalah. Silahkan saja bermimpi sesuka hatimu karena itu tidak pernah dilarang dalam agama apapun. Sekalipun impian itu adalah impian yang jahat.
A: Lho? Mengapa? Menurutku itu aneh. Ketika aku bilang kepada ibu dan ayahku tentang bolehkah aku bermimpi menjadi seorang penjahat ibu dan ayahku marah. Kalau begitu bermimpi seperti itu dilarang.
B: Mereka hanya khawatir. Takut kalau apa yang kamu utarakan adalah sungguh-sungguh. Mungkin pada saat itu kamu masih kecil dan belum tahu apa-apa.
A: Tapi mengapa? Mengapa orang bebas untuk bermimpi mempunyai keinginan dan mengutarakan impiannya tersebut meskipun itu adalah tidak mungkin, buruk, merugikan, dan alasan lainnya.
B: Ya karena semua itu tergantung bagaimana niat sebenarnya. Banyak orang yang mengutarakan impiannya. Berharap semua itu terjadi dan berusaha untuk membuat itu terjadi. Hampir semua orang pernah berniat untuk memiliki mimpi. Dan lebih sedikit lagi mereka yang mengutarakannya kepada orang-orang yang mereka percayai. Dan lebih sedikit lagi mereka yang menceritakannya kepada orang-orang disekitarnya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang serius untuk mengerjakan mimpinya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi sampai orang tersebut mencapai titik kesuksesan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mempertahankan kesuksesannya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang membagi kesuksesannya dengan orang lain. Akan tetapi mereka yang sedikit itulah yang benar-benar serius dan menjiwai impian itu. Omong-omong aku boleh bertanya mengenai sesuatu?
A: ya boleh, tentang apa?
B: Tentang mimpimu.
A: Iya, memangnya kenapa?
B: Aku ingin bertanya, mengapa kamu ingin memiliki impian yang mampu mengubah dunia, memberikan kebaikan dan manfaat yang luar biasa, menjadikan impian itu sebuah tujuan yang benar-benar mulia dan sangat luar biasa. Inti dari yang ingin aku tanyakan adalah mengapa kamu memposisikan impianmu dalam posisi yang sulit?
A: menurutku tidak sulit. Aku yakin semua impian dapat dikabulkan. Dan aku ingin memiliki impian itu.
B: Lalu apa mimpimu?
A: apa yaaa???
B: apakah kamu ingin menjadi orang hina sehingga impianmu terwujud.
A: tentu saja tidak?
B: lalu apa?
A: apa yaaaaa???
B: aku ingin kamu memahami sesuatu. Percayalah, bahwa semua mimpi di dunia ini mampu untuk dicapai. Tapi tantangannya adalah apakah itu benar-benar impian ataukan sekedar keinginan biasa. Yang ingin aku utarakan adalah apakah kamu benar-benar menjiwai impianmu itu dan serius di dalamnya. Ataukah itu hanya keinginan biasa yang lewat begitu saja.
"Percayalah, yang menjadikan mimpi menjadi mimpi yang sejati bukan dari seberapa besar mimpi itu. Akan tetapi seberapa besar kita untuk mimpi itu"
#Semangatoptimisme
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impianku tercapai dengan setinggi-tingginya sehingga mampu melebihi apa yang menjadi impianku
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mimpiku mampu merubah dunia dan merubah alam semesta agar semuanya menjadi lebih baik bahkan seratus kali lebih baik
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mempunyai impian yang bisa menginspirasi banyak orang bahkan jutaan orang seperti orang-orang sukses yang sekarang sudah menjadi besar
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mempunyai impian yang mampu untuk memotivasi banyak orang untuk melakukan hal yang lebih dan juga memiliki impian yang sama denganku dan saat itu aku adalah panutan mereka
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin memiliki impian yang mampu membahagiakan semua orang tanpa terkecuali dan impian yang benar-benar berlaku adil untuk semua umat manusia
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impian yang mampu menjadikan orang sejahtera, makmur, berbudaya, berprilaku, dan bermartabat
B: boleh silahkan saja
A: tapi aku ingin bertanya
B: boleh silahkan saja
A: mengapa aku boleh bermimpi untuk sesuatu hal yang tidak mungkin
B: tidak ada masalah. Silahkan saja bermimpi sesuka hatimu karena itu tidak pernah dilarang dalam agama apapun. Sekalipun impian itu adalah impian yang jahat.
A: Lho? Mengapa? Menurutku itu aneh. Ketika aku bilang kepada ibu dan ayahku tentang bolehkah aku bermimpi menjadi seorang penjahat ibu dan ayahku marah. Kalau begitu bermimpi seperti itu dilarang.
B: Mereka hanya khawatir. Takut kalau apa yang kamu utarakan adalah sungguh-sungguh. Mungkin pada saat itu kamu masih kecil dan belum tahu apa-apa.
A: Tapi mengapa? Mengapa orang bebas untuk bermimpi mempunyai keinginan dan mengutarakan impiannya tersebut meskipun itu adalah tidak mungkin, buruk, merugikan, dan alasan lainnya.
B: Ya karena semua itu tergantung bagaimana niat sebenarnya. Banyak orang yang mengutarakan impiannya. Berharap semua itu terjadi dan berusaha untuk membuat itu terjadi. Hampir semua orang pernah berniat untuk memiliki mimpi. Dan lebih sedikit lagi mereka yang mengutarakannya kepada orang-orang yang mereka percayai. Dan lebih sedikit lagi mereka yang menceritakannya kepada orang-orang disekitarnya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang serius untuk mengerjakan mimpinya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi sampai orang tersebut mencapai titik kesuksesan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mempertahankan kesuksesannya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang membagi kesuksesannya dengan orang lain. Akan tetapi mereka yang sedikit itulah yang benar-benar serius dan menjiwai impian itu. Omong-omong aku boleh bertanya mengenai sesuatu?
A: ya boleh, tentang apa?
B: Tentang mimpimu.
A: Iya, memangnya kenapa?
B: Aku ingin bertanya, mengapa kamu ingin memiliki impian yang mampu mengubah dunia, memberikan kebaikan dan manfaat yang luar biasa, menjadikan impian itu sebuah tujuan yang benar-benar mulia dan sangat luar biasa. Inti dari yang ingin aku tanyakan adalah mengapa kamu memposisikan impianmu dalam posisi yang sulit?
A: menurutku tidak sulit. Aku yakin semua impian dapat dikabulkan. Dan aku ingin memiliki impian itu.
B: Lalu apa mimpimu?
A: apa yaaa???
B: apakah kamu ingin menjadi orang hina sehingga impianmu terwujud.
A: tentu saja tidak?
B: lalu apa?
A: apa yaaaaa???
B: aku ingin kamu memahami sesuatu. Percayalah, bahwa semua mimpi di dunia ini mampu untuk dicapai. Tapi tantangannya adalah apakah itu benar-benar impian ataukan sekedar keinginan biasa. Yang ingin aku utarakan adalah apakah kamu benar-benar menjiwai impianmu itu dan serius di dalamnya. Ataukah itu hanya keinginan biasa yang lewat begitu saja.
"Percayalah, yang menjadikan mimpi menjadi mimpi yang sejati bukan dari seberapa besar mimpi itu. Akan tetapi seberapa besar kita untuk mimpi itu"
#Semangatoptimisme
Langganan:
Postingan (Atom)