"Kamu tahu kenapa kebencian terlahir?
"Sebenarnya kebencian atau dendam itu terlahir bukanlah salah mereka yang membuat kita merasakan demikian."
"Bukan pula salah kita yang tiba-tiba merasakan demikian."
"Yang salah adalah kebencian dan dendam itu sendiri."
"Kenapa seenaknya muncul tanpa permisi hanya gara-gara rasa tidak nyaman karena suatu hal dengan orang lain?"
"Kenapa tidak bilang permisi dahulu kemudian menyapa yang empunya hati terus bilang "assalamu'alaykum" atau "Spadaaaaaaaaaaa" atau seenggaknya mengetuk pintunya dulu kek."
"Sangat tidak sopan sekali!"
"Sudah seperti itu dengan seenaknya setelah masuk tiba-tiba mengobrak-abrik isi hati tersebut dan asal mengacak-acak logika perasaan sambil membolak-balikan logika akal."
"Kadang juga pergi tiba-tiba dengan membiarkan isi hati berserakan sehingga perabotan didalamnya masih dalam keaadaan rusak."
"Bahkan dinding hati pun sempat terkoyak didalamnya."
"Sehingga apabila dibiarkan dinding itu bisa menjadi karat yang menggerogoti rongga-rongga hati."
"Sudah begitu ketika kebencian itu datang lagi hati yang sudah rusak dan belum sempat diperbaiki malah dirusak lagi."
"Malahan kali ini membuat si empunya hati marah-marah jadi ga karuan gara-gara rumah hatinya telah rusak berat oleh kebencian."
"Kemudian kebencian merasa bingung dan galau."
"Kadang ketika kebencian itu dimarahin bisa saja dia menjadi lebih jinak dari biasanya."
"Akan tetapi di lain hal kalau kebencian itu malah ngelawan dampaknya cuma sementara ketika dimarahin."
"Tapi setelah dimarahin, kebencian malah memberontak ga karuan malah membongkar isi hati jadi lebih ga karuan."
"Akhirnya kebencian pada saatnya setelah diberitahu baik dengan tegas, lembut, marah-marah, atau senyam-senyum setelah berkali-kali akhirnya sadar dan reda."
"Setelah reda akhirnya hati mengajak ngobrol sang kebencian dengan gayanya sendiri (berhubung gaya hati orang berbeda-beda)."
"Kebencian meminta untuk dimengerti dan diberikan kasih sayang."
"Kemudian hati bertanya dan berkonsultasi dengan akal."
"Dengan modal kasih sayangnya akhirnya hati bergerak untuk menyembuhkan kebencian agar tidak melakukan hal seperti itu lagi."
"Bersama dengan akal hati akhirnya berbicara dengan kebencian."
"Ya sudah, kamu saya MAAFKAN. Lain kali jangan seperti itu lagi ya... :) <hati tersenyum mengajak kebencian untuk berkasih sayang dan saling memaafkan>
---------------
Kedamaian itu tercipta bukan hanya karena peraturan ataupun ketegasan. Akan tetapi kedamaian juga dibentuk oleh inisiatif kebijaksanaan yang merupakan komposisi dari kecerdasan pikiran serta kemurahan dan kasih sayang dalam bersikap. Oleh karena itu kenapa Tuhan Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang
#Semangatoptimisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar