A: Aku punya impian yang tinggiiiiii sekali sehingga aku ragu mampu menggapainya. Bolehkah aku bermimpi..
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impianku tercapai dengan setinggi-tingginya sehingga mampu melebihi apa yang menjadi impianku
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mimpiku mampu merubah dunia dan merubah alam semesta agar
semuanya menjadi lebih baik bahkan seratus kali lebih baik
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin mempunyai impian yang bisa menginspirasi banyak orang
bahkan jutaan orang seperti orang-orang sukses yang sekarang sudah
menjadi besar
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin
mempunyai impian yang mampu untuk memotivasi banyak orang untuk
melakukan hal yang lebih dan juga memiliki impian yang sama denganku dan
saat itu aku adalah panutan mereka
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin memiliki impian yang mampu membahagiakan semua orang tanpa
terkecuali dan impian yang benar-benar berlaku adil untuk semua umat
manusia
B: boleh silahkan saja
A: aku ingin impian yang mampu menjadikan orang sejahtera, makmur, berbudaya, berprilaku, dan bermartabat
B: boleh silahkan saja
A: tapi aku ingin bertanya
B: boleh silahkan saja
A: mengapa aku boleh bermimpi untuk sesuatu hal yang tidak mungkin
B: tidak ada masalah. Silahkan saja bermimpi sesuka hatimu karena itu
tidak pernah dilarang dalam agama apapun. Sekalipun impian itu adalah
impian yang jahat.
A: Lho? Mengapa? Menurutku itu aneh. Ketika
aku bilang kepada ibu dan ayahku tentang bolehkah aku bermimpi menjadi
seorang penjahat ibu dan ayahku marah. Kalau begitu bermimpi seperti itu
dilarang.
B: Mereka hanya khawatir. Takut kalau apa yang kamu
utarakan adalah sungguh-sungguh. Mungkin pada saat itu kamu masih kecil
dan belum tahu apa-apa.
A: Tapi mengapa? Mengapa orang bebas
untuk bermimpi mempunyai keinginan dan mengutarakan impiannya tersebut
meskipun itu adalah tidak mungkin, buruk, merugikan, dan alasan lainnya.
B: Ya karena semua itu tergantung bagaimana niat sebenarnya. Banyak
orang yang mengutarakan impiannya. Berharap semua itu terjadi dan
berusaha untuk membuat itu terjadi. Hampir semua orang pernah berniat
untuk memiliki mimpi. Dan lebih sedikit lagi mereka yang mengutarakannya
kepada orang-orang yang mereka percayai. Dan lebih sedikit lagi mereka
yang menceritakannya kepada orang-orang disekitarnya. Dan lebih sedikit
lagi orang-orang yang serius untuk mengerjakan mimpinya. Dan lebih
sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih
sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih
sedikit lagi sampai orang tersebut mencapai titik kesuksesan. Dan lebih
sedikit lagi orang-orang yang mempertahankan kesuksesannya. Dan lebih
sedikit lagi orang-orang yang membagi kesuksesannya dengan orang lain.
Akan tetapi mereka yang sedikit itulah yang benar-benar serius dan
menjiwai impian itu. Omong-omong aku boleh bertanya mengenai sesuatu?
A: ya boleh, tentang apa?
B: Tentang mimpimu.
A: Iya, memangnya kenapa?
B: Aku ingin bertanya, mengapa kamu ingin memiliki impian yang mampu
mengubah dunia, memberikan kebaikan dan manfaat yang luar biasa,
menjadikan impian itu sebuah tujuan yang benar-benar mulia dan sangat
luar biasa. Inti dari yang ingin aku tanyakan adalah mengapa kamu
memposisikan impianmu dalam posisi yang sulit?
A: menurutku tidak sulit. Aku yakin semua impian dapat dikabulkan. Dan aku ingin memiliki impian itu.
B: Lalu apa mimpimu?
A: apa yaaa???
B: apakah kamu ingin menjadi orang hina sehingga impianmu terwujud.
A: tentu saja tidak?
B: lalu apa?
A: apa yaaaaa???
B: aku ingin kamu memahami sesuatu. Percayalah, bahwa semua mimpi di
dunia ini mampu untuk dicapai. Tapi tantangannya adalah apakah itu
benar-benar impian ataukan sekedar keinginan biasa. Yang ingin aku
utarakan adalah apakah kamu benar-benar menjiwai impianmu itu dan serius
di dalamnya. Ataukah itu hanya keinginan biasa yang lewat begitu saja.
"Percayalah, yang menjadikan mimpi menjadi mimpi yang sejati bukan dari
seberapa besar mimpi itu. Akan tetapi seberapa besar kita untuk mimpi
itu"
#Semangatoptimisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar