Sabtu, 26 Oktober 2013

Bolehkah Bermimpi? (FAQ)

A: Aku punya impian yang tinggiiiiii sekali sehingga aku ragu mampu menggapainya. Bolehkah aku bermimpi..

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin impianku tercapai dengan setinggi-tingginya sehingga mampu melebihi apa yang menjadi impianku

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin mimpiku mampu merubah dunia dan merubah alam semesta agar semuanya menjadi lebih baik bahkan seratus kali lebih baik

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin mempunyai impian yang bisa menginspirasi banyak orang bahkan jutaan orang seperti orang-orang sukses yang sekarang sudah menjadi besar

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin mempunyai impian yang mampu untuk memotivasi banyak orang untuk melakukan hal yang lebih dan juga memiliki impian yang sama denganku dan saat itu aku adalah panutan mereka

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin memiliki impian yang mampu membahagiakan semua orang tanpa terkecuali dan impian yang benar-benar berlaku adil untuk semua umat manusia

B: boleh silahkan saja

A: aku ingin impian yang mampu menjadikan orang sejahtera, makmur, berbudaya, berprilaku, dan bermartabat

B: boleh silahkan saja

A: tapi aku ingin bertanya

B: boleh silahkan saja

A: mengapa aku boleh bermimpi untuk sesuatu hal yang tidak mungkin

B: tidak ada masalah. Silahkan saja bermimpi sesuka hatimu karena itu tidak pernah dilarang dalam agama apapun. Sekalipun impian itu adalah impian yang jahat.

A: Lho? Mengapa? Menurutku itu aneh. Ketika aku bilang kepada ibu dan ayahku tentang bolehkah aku bermimpi menjadi seorang penjahat ibu dan ayahku marah. Kalau begitu bermimpi seperti itu dilarang.

B: Mereka hanya khawatir. Takut kalau apa yang kamu utarakan adalah sungguh-sungguh. Mungkin pada saat itu kamu masih kecil dan belum tahu apa-apa.

A: Tapi mengapa? Mengapa orang bebas untuk bermimpi mempunyai keinginan dan mengutarakan impiannya tersebut meskipun itu adalah tidak mungkin, buruk, merugikan, dan alasan lainnya.

B: Ya karena semua itu tergantung bagaimana niat sebenarnya. Banyak orang yang mengutarakan impiannya. Berharap semua itu terjadi dan berusaha untuk membuat itu terjadi. Hampir semua orang pernah berniat untuk memiliki mimpi. Dan lebih sedikit lagi mereka yang mengutarakannya kepada orang-orang yang mereka percayai. Dan lebih sedikit lagi mereka yang menceritakannya kepada orang-orang disekitarnya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang serius untuk mengerjakan mimpinya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mencapai titik kegagalan. Dan lebih sedikit lagi sampai orang tersebut mencapai titik kesuksesan. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang mempertahankan kesuksesannya. Dan lebih sedikit lagi orang-orang yang membagi kesuksesannya dengan orang lain. Akan tetapi mereka yang sedikit itulah yang benar-benar serius dan menjiwai impian itu. Omong-omong aku boleh bertanya mengenai sesuatu?

A: ya boleh, tentang apa?

B: Tentang mimpimu.

A: Iya, memangnya kenapa?

B: Aku ingin bertanya, mengapa kamu ingin memiliki impian yang mampu mengubah dunia, memberikan kebaikan dan manfaat yang luar biasa, menjadikan impian itu sebuah tujuan yang benar-benar mulia dan sangat luar biasa. Inti dari yang ingin aku tanyakan adalah mengapa kamu memposisikan impianmu dalam posisi yang sulit?

A: menurutku tidak sulit. Aku yakin semua impian dapat dikabulkan. Dan aku ingin memiliki impian itu.

B: Lalu apa mimpimu?

A: apa yaaa???

B: apakah kamu ingin menjadi orang hina sehingga impianmu terwujud.

A: tentu saja tidak?

B: lalu apa?

A: apa yaaaaa???

B: aku ingin kamu memahami sesuatu. Percayalah, bahwa semua mimpi di dunia ini mampu untuk dicapai. Tapi tantangannya adalah apakah itu benar-benar impian ataukan sekedar keinginan biasa. Yang ingin aku utarakan adalah apakah kamu benar-benar menjiwai impianmu itu dan serius di dalamnya. Ataukah itu hanya keinginan biasa yang lewat begitu saja.

"Percayalah, yang menjadikan mimpi menjadi mimpi yang sejati bukan dari seberapa besar mimpi itu. Akan tetapi seberapa besar kita untuk mimpi itu"

#Semangatoptimisme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar